Monday, 2 March 2015

Makalah aritmatika dasar

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Aritmatika merupakan cabang ilmu tertua matematika yang mempelajari operasi dasar bilangan. Operasi dasar bilangan itu ialah penjumlahan, perkalian, pembagian, dan pengurangan. Untuk persen, akar, pangkat, dan logaritma dianggap sebagai operasi yang canggih aritmatika, juga termasuk dalam kajian ilmu hitung atau aritmatika. Lalu apakah yang dimaksud dengan Mental Aritmatika ? Mental merupakan sesuatu dalam pikiran dan Aritmatika bisa diartikan sebagai ilmu hitung, jadi Mental Aritmatika berarti Menghitung di dalam pikiran. Untuk dapat menghitung di dalam pikiran seseorang harus mampu berfikir kreatif, yaitu dapat menganalisa dengan baik, logika berfikir harus benar, berkonsentrasi, berkreasi (penemuan dan penerapan), dan menggunakan daya imajinasi dalam melakukan perhitungan tersebut, sehingga perlunya pemberdayaan kemampuan otak kiri dan otak kanan. Aritmatika adalah cabang matematika yang paling dasar, tertua dan pertama diajarkan. Aritmatika sudah diajarkan sejak kelas 1 SD berupa pengenalan bilangan, macam-macam bilangan,nilai tempat dan operasi sederhana seperti penjumlahan dan pengurangan. kemudian nanti anak-anak SD mengenal erkalian, pembagian, pecahan, pemfaktoran dan lain-lain. Selain itu, aritmatika adalah cabang matematika yang paling praktis karena dalam kehidupan sehari-hari orang-orang banyak berhubungan dengan bilangan seperti nomor urut, banyak barang, waktu, harga barang dan lain-lain. Mereka banyak menghitung penjumlahan, pengurangan, perkalian,pembagian dan sebagainya. Oleh karena itu tidak seharusnya orang-orang umum dan anak-anak takut matematika, karena matematika dan aritmatika banyak membantu kehidupan. Justru sebaiknya mereka sadar kalau tidak bisa menghitung dengan matematika mereka akan susah. Nanti bisa ditipu orang, rugi, celaka dan sebagainya Pada dasarnya kemampuan berhitung di dalam pikiran muncul secara tiba-tiba akibat adanya berfikir kreatif, sehingga mampu menghitung bilangan dalam pikirannya. Oleh karena itu, sebaiknya aritmatika dan matematika dipelajari dengan sungguh-sungguh. 1.2. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut rumusan masalah yang dapat diangkat antara lain sebagai berikut: 1. Bagaimana Definisi dan sejarah Aritmatika? 2. Bagaimana Bentuk Operasi-operasi Aritmatika? 3. Bagaimana penggunaan operator aritmatika? 4. Bagaimana Fungsi Aritmatika? 1.3. Tujuan Tujuan dari penuliasan makalah ini adalah, sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui definisi dan sejarah Aritmatika 2. Untuk mengetahui bentuk Operasi-operasi Aritmatika 3. Untuk mengetahui penggunaan operator aritmatika 4. Untuk mengetahui Fungsi Aritmatika BAB II PEMBAHASAN 2.1. Definisi dan Sejarah Aritmatika Aritmetika berasal dari kata yunani ἀριθμός (baca: arithmos) yang artinya angka. Aritmatika ialah cabang tertua dan terdasar dari matematika yang digunakan oleh hampir semua orang, dari perhitungan dasar sehari-hari sampai perhitungan di dunia bisnis dan sains. Aritmatika yang digunakan sehari-hari oleh kita semua biasanya hanya aritmatika dasar yang mencakup penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, padahal masih banyak lagi cabang-cabang dari aritmatika yang lebih kompleks seperti pemangkatan, persentase, akar, dan lain-lain. Yang menggunakan aritmatika kompleks seperti teori bilangan dan sebagainya ialah para ahli-ahli matematika dan ilmuwan-ilmuwan sains. Sejarah tertua dari Aritmatika ialah sejarah dari bangsa mesir dan babilonia kuno yang menggunakan operasi aritmatika sejak 2000 tahun sebelum masehi. Operasi aritmatika dasar digunakan untuk kegiatan sehari-hari seperti berdagang, bertransaksi, dan lain-lain, sementara aritmatika kompleks atau rumit digunakan untuk merancang bangunan dan alat-alat lain. Sistem bilangan pada jaman dahulu bukanlah sistem desimal (basis 10) seperti saat ini tetapi sistem sexagesimal (basis 60) untuk bangsa babilonia dan vigesimal (basis 20) untuk bangsa maya kuno. Sistem angka pun awalnya bukan sistem angka arab (0,1,2...) seperti yang sekarang banyak digunakan tetapi kebanyakan negara-negara menggunakan sistem angka romawi (I,II,III...), angka romawi sudah tidak banyak digunakan sekarang karena angka romawi tidak mengenal angka 0. 2.2. Aritmatika Dasar Operasi-operasi aritmatika dasar ialah penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Operasi-operasi ini disebut operasi dasar karena merupakan dasar dari operasi-operasi aritmatika tingkat kompleks. 1. Penjumlahan Penjumlahan ialah dasar dari segala operasi di aritmatika. Di dalam bentuk terdasarnya, penjumlahan ialah menggabungkan 2 angka menjadi 1 angka yang adalah jumlah 2 angka tersebut. Penjumlahan bersifat komutatif dan asosiatif jadi urut-urutan angka-angka yang dijumlahkan tidak dipermasalahkan. Elemen identitas dari penjumlahan ialah 0, jadi setiap angka yang dijumlahkan dengan 0 tidak berubah. 2. Pengurangan Pengurangan ialah lawan dari penjumlahan. Pengurangan mencari selisih dari 2 bilangan, bila pengurang lebih kecil dari yang dikurangi, hasil pengurangan akan positif sementara jika pengurang lebih besar dari yang dikurangi, maka hasil pengurangan akan negatif. Pengurangan tidak bersifat komutatif maupun asosiatif, oleh karena itu, untuk memudahkan pengurangan, kita terkadang harus melihat pengurangan sebagai penjumlahan, contohnya: − b = a + (−b), saat dianggap sebagai penjumlahan, segala hukum penjumlahan berlaku di pengurangan. 3. Perkalian Perkalian ialah operasi dasar kedua dari aritmatika, perkalian menggabungkan 2 angka menjadi 1 angka yang merupakan hasil kali. 2 bilangan awal disebut pengali dan dikali, atau secara simpel kita dapat menyebut keduanya faktor. Perkalian juga bersifat komutatif dan asosiatif, dan perkalian juga bersifat distributif. Elemen identitas perkalian ialah 1, jadi setiap angka yang dikalikan dengan 1 hasilnya akan menjadi bilangan itu sendiri, sementara segala bilangan yang dikalikan dengan 0 akan menjadi 0, karena 0 ialah satu-satunya angka tanpa invers perkalian. 4. Pembagian Pembagian ialah lawan dari Perkalian, pembagian mencari kuotien dari 2 bilangan, yaitu pembagi dan yang dibagi. Setiap angka yang dibagi dengan angka 0 hasilnya akan undefined atau tak diketahui. Pembagian tidak bersifat komutatif dan asosiatif, oleh karena itu, melihat pembagian sebagai perkalian akan memudahkan kita membagi bilangan-bilangan, contohnya: a ÷ b = a × 1/b. 2.3. Penggunaan Operator Aritmatika Operator aritmatika digunakan untuk melakukan operasi matematika, seperti penambahan, pengurangan, pembagian, dan modulo (atau sisa pembagian). Simbol Nama operator Contoh penggunaan + Operator penjumlahan n = n + 1; - Operator pengurangan n = n – 1; * Operator perkalian n = n * 1; / Operator pembagian n = n / 1; % Operator sisa pembagian n = n % 1; + Operator penyambung string n = “saya “+”tidur”; Pada Tutorial kali ini akan membahas tentang operator hitungan atau aritmatik. Operator aritmatika digunakan untuk melakukan perhitungan secara aritmatik, dalam contoh seperti dalam menghitung discount penjualan sebesar 10% dari harga penjualan. Ada bebrapa operator Aritmatik yang dapat digunakan didalam SQL untuk melakukan perrhitunganan secara numerik adalah sebagai berikut pada table dibawah ini . Guna Dari Operator Aritmatik sangat membantu dalam menampilkan kalkulasi nilai dalam membuat laporan keuangan: FUNGSI (*) UNTUK PERKALIAN (/) PEMBAGIAN (+) PENJUMLAHAN (-) PENGURANGAN % SISA PEMBAGIAN DIV PEMBAGIAN BULAT Berikut Resource Data Yang dapat kita gunakan dalam Mengenal Operator Aritmatik Database : Jual Table : penjualan create table penjualan (kd_jual char(12) not null primary key , nama varchar(35) not null , harga int (11) not null); insert into penjualan values : ('KD01','Indomie',1500), ('KD02','Close-Up',3500), ('KD03','Pepsoden',3000), ('KD04','Brush Formula',2500), ('KD05','Roti Manis',1000), ('KD06','Gula',3500), ('KD07','Sarden',4500) ('KD08','Rokok Sampurna',11000), ('KD09','Rokok 234',11000); 1. Pengunaan Operator Perkalian (*) Kasus-: a. Tampilkan nama, harga, dan setiap harga dikali dengan 100 pada table pejualan Kasus a : Berikut Command SQL Yang dapat digunakan SELECT nama,harga,harga * 100 FROM penjualan ; Hasil Dapat Dilihat Seperti Berikut : +---------------------+--------+------------------+ | Nama | Harga | Harga * 100 | +---------------------+---------+-----------------+ | Indomie | 1500 | 150000 | | Close-Up | 3500 | 350000 | | Pepsoden | 3000 | 300000 | | Brush Formula | 2500 | 250000 | | Roti Manis | 1000 | 100000 | | Gula | 3500 | 350000 | | Sarden | 4500 | 450000 | | Rokok Sampurna | 11000 | 1100000 | | Rokok 234 | 11000 | 1100000 | +-----------------------+---------+---------------+ 2. Pengunaan Operator Pembagi (/) Kasus-: Tampilkan nama,harga,dan setiap harga dibagi dengan 5 pada table pejualan Berikut Command SQL Yang dapat digunakan : SELECT nama,harga,harga / 5 FROM penjualan ; Hasil Dapat Dilihat Seperti Berikut : +--------------------+---------+---------------+ | nama | harga | harga / 5 | +--------------------+---------+---------------+ | Indomie | 1500 | 300.0000 | | Close-Up | 3500 | 700.0000 | | Pepsoden | 3000 | 600.0000 | | Brush Formula | 2500 | 500.0000 | | Roti Manis | 1000 | 200.0000 | | Gula | 3500 | 700.0000 | | Sarden | 4500 | 900.0000 | | Rokok Sampurna | 11000 | 2200.0000 | | Rokok 234 | 11000 | 2200.0000 | +-----------------------+----------+-------------+ 3. Pengunaan Operator Penambahan (+) Kasus-: a. Tampilkan harga,dan setiap harga ditambah 50 pada table pejualan Kasus a : Berikut Command SQL Yang dapat digunakan SELECT harga,harga + 50 FROM penjualan ; Hasil Dapat Dilihat Seperti Berikut : +-------+------------+ | harga | harga + 50 | +-------+------------+ | 1500 | 1550 | | 3500 | 3550 | | 3000 | 3050 | | 2500 | 2550 | | 1000 | 1050 | 4. Pengunaan Operator Pengurangan (-) Kasus: a. Tampilkan harga,dan setiap harga dikurang 150 pada table pejualan Kasus a : Berikut Command SQL Yang dapat digunakan SELECT harga,harga - 150 FROM penjualan ; Hasil Dapat Dilihat Seperti Berikut : +--------+--------------+ | harga | harga - 150 | +--------+--------------+ | 1500 | 1350 | | 3500 | 3350 | | 3000 | 2850 | | 2500 | 2350 | | 1000 | 850 | | 3500 | 3350 | | 4500 | 4350 | | 11000 | 10850 | | 11000 | 10850 | +-------+---------------+ 2.4. Fungsi Aritmatika Fungsi aritmatika merupakan kumpulan fungsi yang berisi perintah-perintah untuk mengolah data yang berupa numerik (angka). Untuk melakukan operasi penghitungan dasar matematis seperti penambahan, pengurangan, perkalian atau pembagian gunakan operator aritmatika berikut: Operator Aritmatika + (plus) Penambahan, Contoh: 3+3 – (minus) Pengurangan/Negatif, Contoh: 3–1 atau –1 * (asterisk/bintang) Perkalian, Contoh: 3*3 / (garis miring) Pembagian, Contoh: 3/3 % (persen) Persentase, Contoh: 20% ^ (caret/tanda sisipan) Eksponen/Pangkat, Contoh: 3^2 Keterangan : + : penjumlahan , contoh =a2+b2 - : Pengurangan , contoh =a2-b2 * : Perkalian, conton : =a2*b2 / : Pembagian , contoh : =a2/b2 + - */ : Penggabungan , contoh : =a2-b2+c3 MAKALAH TEKS PANTUN Disusun Oleh : 1. Hasyim Ashari 2. Jaeri 3. Nila Aprinawati 4. Rian Ardinata Kelas : XI TKJ 1 Guru Pembimbing : Ria Apriani, S.Pd SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 LEMPUING KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR TAHUN PELAJARAN 2014/2015 KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Teks Pantun”. Saya menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu dalam kesempatan ini saya menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini. Saya menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, saya telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, saya dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima masukan, saran dan usul guna penyempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Bumi Agung, Agustus 2014 Penulis DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL i KATA PENGANTAR ii DAFTAR ISI iii BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1 1.2. Rumusan Masalah 2 1.3. Tujuan 2 BAB II PEMBAHASAN 2.1. Pengertian Pantun 3 2.2. Ciri-Ciri Pantun 3 2.3. Jenis-Jenis Pantun 5 2.4. Contoh Pantun 9 2.5. Perkembangan Pantun 9 BAB III PENUTUP 3.1. Kesimpulan 10 3.2. Saran 10 Daftar Pustaka BAB III PENUTUP 3.1. Kesimpulan Aritmetika berasal dari kata yunani ἀριθμός (baca: arithmos) yang artinya angka. Aritmatika ialah cabang tertua dan terdasar dari matematika yang digunakan oleh hampir semua orang, dari perhitungan dasar sehari-hari sampai perhitungan di dunia bisnis dan sains. Operasi-operasi aritmatika dasar ialah penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Operasi-operasi ini disebut operasi dasar karena merupakan dasar dari operasi-operasi aritmatika tingkat kompleks Fungsi aritmatika merupakan kumpulan fungsi yang berisi perintah-perintah untuk mengolah data yang berupa numerik (angka). 3.2. Saran Kami sebagai pembuat makalah ini berharapkan kepada teman-teman, Mari kita sebagai generasi bangsa, kita tingkatkan lagi pengetahuan tentang teknologi khususnya dibidang aritmatika dan logika. Sehingga kami mengharapkan agar makalah ini bisa bermanfaat bagi kita semua dalam kegiatan belajar sehari-hari, Sekian dari kami mudah-mudahan tuhan selalu memberikan kita nikmat-nikmat sehingga kita selalu bisa menikmati hari lebih baik lagi. Daftar Pustaka artechinovation.wordpress.com/.../fungsi-dalam-mysql-fungsi-aritmatika iwanelgan.wordpress.com/2012/12/14/aritmatika-komputer mandachristanto.wordpress.com/operasi-aritmatika-dan-logika-pada-algo nuranisah.wordpress.com/2009/10/11/tugas-algoritma xcontohmakalah.blogspot.com › Pemrograman

No comments:

Post a Comment