Monday, 2 March 2015

Kutbah jumat empat perkara yang tidak merugikan

EMPAT PERKARA YANG TIDAK MERUGIKAN إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا. وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا اَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَاللهِ اَوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِـتَقْوَى اللهِ. اَلَّذِى شَرَّفَ مُحَمَّدًا بِاالْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ لِمَصْلَحَةِ عَا مَّةٍ فِى الْعَا لَمِيْنَ. Sidang Jumat yang berbahagia. Di dalam majelis yang mulia ini, mari, kita berusaha sungguh-sungguh menghaturkan syukur kehadirat Allah Swt. Kita didik diri kita untuk tidak bosan-bosannya menjadi jiwa yang pandai bersyukur. Betapa tidak, hidayah dan karunia-Nya yang telah diberikan pada kita, sungguh tak terhingga banyaknya. Namun bila yang terjadi sebaliknya, kita tidak berusaha sungguh-sungguh menjadi insan yang pandai syukur, tentu kita menjadi hamba yang melampaui batas dan menjadi golongannya orang-orang yang sangat merugi. Mendidik diri dan menghaturkan rasa syukur kepada Allah, praktiknya adalah dibarengi dengan meningkatkan ibadah, memperbanyak amal sholeh, lebih giat dan tekun dalam belajar, bekerja sungguh-sungguh sesuai profesi masing-masing yang dijalani hingga saat ini. Bekerja secara sungguh-sungguh sesuai bidang garapan ini sangat penting. Sebab, semua perkara dunia, kalaulah tidak ditumemeni dalam menjalani, tentu hasilnya kurang baik. Mungkin jadi malah gagal tanpa hasil. Apalagi perkara yang langsung tembus akherat, tentu harus lebih sungguh-sungguh agar mendapat point positif disisi Yang Maha Kuasa. Jamaah Jumat rahimakumullah Setiap orang, apalagi sebagai muslim, pasti menginginkan keberuntungan dalam hidupnya. Karenanya, ia akan berusaha untuk meraih keberuntungan itu. Baik keberuntungan yang berupa materi, kepercayaan dari orang lain, jabatan atau pekerjaan tertentu, popularitas, penghargaan dari sesama, nama baik, rapor ataupun nilai yang memuaskan, dan sebagainya. Berbagai macam keinginan tersebut tentunya tidak semua bisa terpenuhi. Sangat tergantung pada hidayah dan karunia Tuhan semata. Namun berusaha dengan sungguh-sungguh adalah tuntutan yang harus dijalani. Jamaah Jumat yang berbahagia Nabi Saw memberikan resep khusus. Nabi SAW bersabda yang artinya : Empat perkara, apabila keempatnya ada padamu, maka tidak merugikan engkau dari apa yang tidak engkau peroleh dari dunia, yaitu: benar dalam berbicara, menjaga amanat, akhlak yang baik, dan tidak serakah dalam makanan (HR. Ahmad, Thabrani, al-Hakim dan Baihaqi). Resep pertama adalah benar dalam berbicara. Bicara yang benar merupakan salah satu ciri orang yang beriman. Orang yang kaya, populer, tinggi kedudukannya bahkan dianggap terhormat di masyarakat, tapi tidak benar dalam berbicara, maka menjadi rendah kedudukannya dihadapan sesama, dan bahkan sangat hina dihadapan Allah. Oleh karena itu, kita sebagai muslim harus bisa menjaga lidah, dan benar dalam berbicara. Al-Qur’an sendiri menegaskan bahwa setiap pembicaraan ada pertanggungan jawab dihadapan Allah Swt. Karenanya, ucapan kita akan dicatat oleh Malaikat yang selalu menyertai di kanan dan kiri kita. Sebagaimana firman Allah : •         Artinya: Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir (QS. Qaaf [50]:18). Jamaah Jumat yang berbahagia Resep kedua adalah menjaga amanat. Kehidupan dunia ini tak lepas dari amanat. Jasmani yang sehat, harta yang dimiliki, ilmu yang dikuasai, kedudukan yang sekarang diduduki, itu semua merupakan amanat yang diberikan Allah yang harus kita jalani. Resep ketiga adalah akhlak yang baik. Akhlak yang baik merupakan kekayaan yang paling mahal harganya. Karena itulah Rasulullah Saw diutus untuk memperbaiki akhlak manusia. Termasuk akhlak kita, menjadi obyek yang Beliau perbaiki. Itu pula sebabnya, manakala orang tua telah mendidik akhlak anaknya dengan baik, itu menjadi pemberian yang paling berharga ketimbang pemberian harta atau materi. Jamaah Jumat yang berbahagia Resep keempat adalah tidak serakah. Istilah lainnya adalah nrima ing pandum. Nrima dengan lilo legowo atas segala pemberian yang diberikan Tuhan. Walaupun pemberian itu amat sedikit dibanding yang diterima oleh orang lain, diterima dengan ikhlas. Inilah realitas bersyukur. Bilamana demikian, sebagaimana janji-Nya, akan mendapatkan keberuntungan yang besar. Walaupun secara fisik tampaknya bisa jadi sedikit, tetapi pada sisi yang lain, akan mendapatkan keberuntungan yang besar. Semisal dilapangkan dadanya, dijadikan istikomah hatinya, dimudahkan berbagai macam urusannya, dan lain sebagainya. Sebagaimana firman-Nya:          •   “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim[14]:7). Semoga kita digolongkan menjadi hamba sebagaimana yang diharapkan Nabi SAW seperti halnya uraian di atas. Dan diberi pemahaman berlebih, dikuatkan menjalani tantangan hidup, yang akhirnya dimantapkan menapaki jalan para kekasih-Nya. Amin. جَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّـاكُمْ مِنَ الْفَا ئِزِيْنَ الاَْمِنِيْنَ. وَاَدْخَلَنَـا وَاِيَّـاكُمْ فِى زُمْرَةِ عِبَـادِهِ الصَّـالِحِـيْنَ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَاَرْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُا الرَّاحِمِيْنَ. Khutbah II اَلْحَمْدُ لله الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خَلِفَةً لِمَنْ اَرَادَ اَنْ يَذَّكَّرَ اَوْاَرَادَ شُكُورًا. اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ, اَرْسَلَهُ اِلَى الْعَالَمِيْنَ بَشِيْرًاوَنَذِيْرًا,وَسِرَاجًامُنِيْرًا, اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ, اَمَّابَعْدُ, اَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ, اِتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَتَمُوتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. وَاعْتَصِمُوابِحَبْلِ اللهِ جَمِيْعًا وَلاَتَفَرَّقُواوَاذْكُرُو نِعْمَةَاللهِ عَلَيْكُمْ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىسَيِّدِنَامُحَمَّدٍوَعَلَى اَلِهِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ, وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤمِنِيْنَ وَالْمُؤمِنَاتِ اَلاَْحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ, اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْر. اَللَّهُمَّ انْصُرْ مِنْ نَصَرَالدِّيْنَ وَاخْذُلْ مِنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ, وَاَعْلَ كَلِمَتِكَ اِلَى يَوْمِ الدَِيْنَ. . اَللّهُمَّ رَبِّ اجْعَلْ هذَا الْبَلَدَ اِنْدُ وْنِيْسِىَ امِنًا وَارْزُقْ اَهْلَهُ رِزْقًا طَيِّبًا حَسَنًا. اَللّهُمَّ اَلِّفْ بَيْنَهُمْ كَمَا اَلَّفْتَ بَيْنَ اْلاَنْصَارِ وَالْمُهَا جِرِيْنَ اِنَّمَااَمْرُ هُ اِذَا اَرَادَ شَيْأً اَنْ يَقُوْلَ لَهُ كُنْ فَيَكُوْنَ رَبِّ اشْرَحْلِيْ صَدْرِيْ وَيَسِّرْلِيْ اَمْرِيْ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِ يَفْقَهُ قَوْلِيْ.وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. عِبَادَاللهِ اِنَّ اللهَ يَأمُرُ بِالْعَدْلِ وَالاِْحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغِى يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. وَلَذِكْرُاللهِ اَكْبَرَ..

1 comment: